Dengan perkembangan zaman saat ini, banyak media yg bisa digunakan utk saling mempertontonkan nikmat dan karunia Allah, yang mana hal ini sudah sangat lumrah didunia maya... mereka berlomba2 share foto dan kegiatan, ada yg sedang umroh, makan, safar, sakit dan bahkan sedang kejepit...(hehehe) mereka sih mengatasnamakan memberi informasi...
Disisi lain kepada orang yg berkebutuhan khusus mungkin akan berbeda pendapat ketika hal itu mereka lihat dan rasakan, dengan perasaan yg dalam, hingga menyentuh qolbu menyebabkan rasa iri mucul lalu gundah....yg berkecamuk bagaikan luka namun apadaya tak mampu..
Sahabat yang dirahmati Allah, jangan risaukan itu....
setiap makhluk akan diberi rizki sebagaimana Allah Ta’ala berfirman,
وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا
“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya” (QS. Huud: 6).
Khawatirlah klw2 rizki itu tidak berkah...
Walau terlihat nikmat, dan lebih namun akan menyengsarakan
Belum tentu juga orang yang diluaskan rizkinya, ia berarti dimuliakan. Sebaliknya orang yang disempitkan rizkinya, belum tentu ia dihinakan. Bahkan boleh jadi seseorang dilapangkan rizki baginya hanya sebagai istidroj (agar ia semakin terlena dengan maksiatnya). Begitu pula boleh jadi seseorang disempitkan rizkinya untuk melindungi dirinya dari bahaya.
{ فَأَمَّا الْإِنْسَانُ إذَا مَا ابْتَلَاهُ رَبُّهُ فَأَكْرَمَهُ وَنَعَّمَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَكْرَمَنِ } { وَأَمَّا إذَا مَا ابْتَلَاهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَهَانَنِ } { كُلًّا }
“Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia akan berkata: “Tuhanku telah memuliakanku”. Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rizkinya maka dia berkata: “Tuhanku menghinakanku”. Sekali-kali tidak (demikian).” (QS. Al Fajr: 15-16)
Ingat: Allah tidak akan marah bagi kita yang tidak kaya....maka iri lah kepada orang2 yg sholeh
@bu Assakha
0 comments:
Post a Comment