Monday, August 1, 2016

MENGATAKAN & MENGAMALKAN


(Oleh : Aa Gym)

Alhamdulillah. Segala puji hanya milik Alloh Swt. Semoga Alloh Yang Maha Mengetahui segala yang nampak dan tersembunyi, menggolongkan kita sebagai orang-orang yang istiqomah dalam ikhtiar meluruskan niat. Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Alloh Swt. berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Alloh bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” (QS. Ash Shoff [61] : 2-3)

Saudaraku, ada orang yang tahu bahwa sholat itu kewajiban, tahu keutamaan sholat berjamaah di awal waktu, tahu keutamaan sholat sunnah rawatib, akan tetapi tidak melaksanakannya meski sebenarnya dia bisa melakukannya. Ada juga orang yang gemar memberikan nasehat-nasehat kebaikan kepada orang lain, mengajak orang lain untuk beramal sholeh, tapi dirinya sendiri lalai. Maasyaa Alloh.Dalam ayat tersebut di atas disebutkan bahwa Alloh tidak suka pada orang yang demikian.

Mengapa orang bisa seperti itu? Biasanya karena salah dalam niatnya. Ketika mempelajari suatu ilmu, bukan karena lillaahi ta’ala menjadi orang yang berilmu, tapi supaya bisa mendebat orang lain sehingga terlihat pintar. Ketika hadir di masjlis ta’lim, bukan karena mengejar ilmu, tapi karena gengsi dan ingin terlihat sholeh/sholehah. Ketika menyampaikan kebaikan, bukan karena lillahi ta’ala saling menasehati, tapi karena ingin dipandang sebagai orang yang alim dan bijaksana.

Jika orang sudah salah dalam niatnya seperti ini, maka nilai-nilai sebagus apapun tidak akan menyerap dalam dirinya. Karena ia sibuk dalam urusan cangkang, bukan urusan isi. Sibuk memoles lisan, tapi abai dalam amal perbuatan.

Semoga Alloh Swt. senantiasa memberi kita kekuatan sehingga kita termasuk hamba-hamba-Nya yang mengatakan kebaikan dan kebenaran sekaligus ikhtiar terus untuk mengamalkannya. Aamiin yaa Robbal’aalamiin.[]

*** Silahkan bisa di share untuk sahabat dan saudara lainnya. Semoga menjadi jalan amal kebaikan. Aamiin..

TENANG ADA ALLOH


(Oleh : Aa Gym)

Alhamdulillah. Segala puji hanya milik Alloh Swt. Dialah Yang Maha Menguasai segala sesuatu. Hanya kepada Alloh kita menyembah dan hanya kepada-Nya kita akan kembali. Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Saudaraku, bagaimanapun kenyataan hidup yang kita hadapi, seberat apapun, ingatlah kalimat ini, “Tenang, ada Alloh!” 

Sesungguhnya kalimat ini bukanlah kalimat yang sekedar pelipur lara yang terlontar dari lisan semata. Melainkan benar-benar kalimat yang berasal dari dasar akidah yang murni, tauhiid yang lurus dan kokoh. Kalimat yang mengandung kebenaran yang tak terbantahkan, yaitu “ada Alloh!”

Ada Alloh yang melihat segala-galanya, tidak ada yang tersembunyi dari-Nya dan tidak ada yang luput sedikitpun dari pengetahuan-Nya. Ada Alloh yang mendengar segala suara hingga bisikan yang paling rahasia sekalipun yang terbersit dalam hati manusia. Ada Alloh Yang Maha Kaya, yang tidak akan berkurang sedikitpun kekayaan-Nya karena mencukupi kebutuhan seluruh makhluk-Nya. Ada Alloh Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu, tidak ada kejadian sekecil apapun kecuali ada dalam kuasa-Nya.

Alloh Swt. berfirman, “Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: “Jadilah!” lalu jadilah ia.” (QS. Al Baqoroh [2] : 117).[]

#Silahkan bisa di sebar untuk sahabat, kerabat dan keluarganya. Semoga jadi amal kebaikan kita. Aamiin.

LISAN SETELAH KEIMANAN


(Oleh : Aa Gym)

Alhamdulillah. Segala puji hanya milik Alloh Swt. Dialah Dzat Yang Maha Menciptakan, Maha Memelihara, Maha Mencukupi Rezeki seluruh makhluk. Sholawat dan salam semoga selau tercurah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Abu Hurairah ra. Meriwayatkan sebuah keterangan bahwasanya Rasulullah Saw. pernah ditanya tentang hal yang paling banyak memasukkan manusia ke surga, Rasulullah Saw. bersabda, “Takwa kepada Alloh dan akhlak yang mulia.” Kemudian, beliau juga ditanya tentang hal yang paling banyak memasukkan manusia ke neraka, Rasulullah Saw. bersabda, “Mulut dan farji (kemaluan).”(HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad)

Dalam hadits yang lain Rasulullah Saw. bersabda, “Barangsiapa yang beriman kepada Alloh dan hari akhir, maka hendaknya ia berkata baik atau diam.” (HR. Bukhori dan Muslim)

Saudaraku, lisan adalah urusan yang sangat berpotensi menjerumuskan pemiliknya pada malapetaka jikalau ia tidak bisa menjaganya dengan baik. Oleh karena itulah Rasulullah Saw. menempatkan lisan sebagai faktor – setelah urusan keimanan – yang bisa mengantarkan seseorang kepada surga atau neraka.

Lisan ini seperti pisau yang sangat tajam, yang jika kita tidak terampil atau ceroboh menggunakannya malah bisa berbalik melukai kita. Bagaimana bisa demikian? Karena lisan bisa melontarkan kesombongan, melontarkan ghibah, fitnah, kebohongan-kebohongan, menyakiti orang lain, menimbulkan permusuhan di antara manusia.

Lisan juga bisa melontarkan riya dan sum’ah, yaitu membincangkan amal-amal yang sudah dilakukan oleh diri demi dipandang hebat, dipandang dermawan, dipandang baik oleh orang lain. Atau mengungkit-ungkit kebaikan dihadapan orang yang pernah diberi atau dibantu oleh kita. Inilah contoh kebusukan-kebusukan yang bisa dilakukan oleh lisan.

Oleh karena itu saudaraku, semoga kita semakin terampil menjaga lisan kita. Semakin berhati-hati mengontrol apa yang ingin kita ucapkan. Jauhkan lisan dari celetukan-celetukan dan omongan yang sia-sia, karena ini bisa membantu kita membiasakan diri menjaga lisan dari dosa. Semoga kita termasuk orang-orang yang selamat karena bisa menjaga lisan kita. Aamiin yaa Robbal ‘aalamiin.[]

** Silahkan bisa di share untuk sahabat dan saudara lainnya. Semoga menjadi jalan amal kebaikan. Aamiin..

HATI YANG PEKA


(Oleh : Aa Gym)

Alhamdulillah. Segala puji hanya milik Alloh Swt. Semoga Alloh Yang Maha Menolong, menggolongkan kita sebagai orang-orang yang mendapat pertolongan Alloh di akhirat kelak sehingga selamat dari api neraka yang menyala-nyala. Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Saudaraku, peluang untuk melakukan maksiat itu ada kapanpun, setiap waktu, setiap saat, setiap kondisi. Hanya orang-orang yang hatinya peka saja yang bisa sadar bahwa kemaksiatan akan merusak diri sendiri. Hanya orang-orang yang hatinya peka saja yang bisa menangkap sinyal-sinyal kemaksiatan kemudian dengan bersegera ia menghindarkan dirinya agar tidak terjerumus pada kemaksiatan itu.

Kepekaan hati seperti ini hanya dimiliki oleh orang-orang yang senantiasa menjaga kebeningan hatinya. Setiap kali ada noda dosa, sekecil apapun, segera ia bersihkan dengan taubat dan bersungguh-sungguh untuk selalu menghindari dosa itu. Orang yang bersih hatinya maka hatinya akan peka dan akan gelisah menghadapi kemaksiatan. Tidak ada ketenangan yang ia rasakan manakala bertemu dengan peluang maksiat. Hatinya akan menolak dan berontak.

Alloh Swt. berfirman, “(yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna,  kecuali orang-orang yang menghadap Alloh dengan hati yang bersih.” (QS. Asy Syu’aro [26] : 88-89)

Sungguh beruntung orang yang memiliki kepekaan hati seperti ini. Ia akan dengan mudah menangkap nasehat kebaikan, menyerap kebenaran, dan menghindari dari berbagai peluang kemaksiatan. Semoga kita termasuk orang-orang yang memiliki kepekaan hati seperti ini. Aamiin ya Robbal ‘aalamiin.[]

*** Silahkan bisa di share untuk sahabat dan saudara lainnya. Semoga menjadi jalan amal kebaikan. Aamiin..

PANTANG BURUK SANGKA & MENGOREK AIB


(Oleh : Aa Gym)

Alhamdulillah. Segala puji hanya milik Alloh Swt. Dzat Yang kepada-Nya segala urusan dan seluruh makhluk akan kembali. Hanya kepada Alloh kita menyembah dan memohon pertolongan. Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Alloh Swt. berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.”(QS. Al Hujurot [49] : 12)

Saudaraku, kalau kita berprasangka buruk kepada Alloh maka pasti kita menjadi gelisah. Demikian juga jika kita berprasangka buruk kepada orang yang beriman, maka akan tidak enak hati kita. Nah, kalau hati kita sudah merasa gelisah, capek, gersang, maka segera sadari bahwa ada sesuatu yang salah.

Dan, pemicu rasa gelisah, tidak tenang, hati yang gersang juga adalah sikap mengorek-ngorek informasi, serba ingin tahu tentang diri orang lain. Apalagi jika kita sama sekali tidak punya kepentingan untuk mengetahuinya selain hanya untuk memenuhi rasa ingin tahu semata. Ingin tahu aib atau kekurangan orang lain, kemudian membicarakannya dengan teman sembari berbisik-bisik. Sungguh tidak ada hak kita untuk melakukan itu. Inilah yang kemudian mengundang rasa resah dan tidak tenang menjerat hati kita.

Akan ada saatnya, kalau Alloh berkehendak kita mengetahui sesuatu, maka Alloh yang akan bukakan informasi itu kepada kita. Namun, bukan dengan jalan mengorek-ngorek urusan orang lain yang tidak hak kita untuk melakukannya. Alloh pasti tahu jika kita sudah berusaha berbaik sangka, tidak mengorek-ngorek aib orang lain, namun jika Alloh menghendaki agar kita mengetahuinya maka pasti Alloh yang akan membuka informasi itu dengan cara-Nya dan kita selamat dari burung sangka dan sikap memata-matai.

Marilah kita nikmati ketenangan dan kebersihan hati dengan cara tidak berburuk sangka dan tidak memata-matai orang yang bukan hak kita untuk melakukannya. Wallaahua’lambishowab.[]

*** Silahkan bisa di share untuk sahabat dan saudara lainnya. Semoga menjadi jalan amal kebaikan. Aamiin..

BERAT RINGANNYA HIDUP


(Oleh: Aa Gym)

Saudaraku, setiap orang pasti akan menemui masalah dalam hidupnya. Ringan atau beratnya suatu masalah bagi seseorang dipengaruhi oleh beberapa hal.

*Pertama*, cita-cita. Kalau seseorang cita-citanya hanya duniawi saja, tanpa ada cita-cita akhirat, pasti masalah dalam hidup ini akan terasa sangat berat. Bagi para pecinta dunia, meskipun sudah memiliki harta berlimpah, pangkat jabatan yang tinggi, popularitas yang luas, pasti hidupnya akan terasa berat.

*Kedua*, sandaran. Hidup ini akan terasa berat atau ringan tergantung kepada siapa kita bersandar. Kalau bersandar kepada selain Alloh, pasti berat. Kita akan capek sendiri karena yang kita sandari hanyalah makhluk, yang lemah, tiada berdaya dan tak punya kekuasaan apa-apa. Bersandar pada kekayaan, sesungguhnya harta kekayaan akan habis dan tak akan dibawa mati. Bersandar kepada manusia, sesungguhnya manusia lemah, sangat terbatas. Bersandarlah pada Dzat Yang Maha Kuasa atas segala-galanya, Alloh Swt.

*Ketiga*, pertolongan Alloh. Hidup akan berat kecuali ada pertolongan Alloh Swt. Hanya atas pertolongan Alloh-lah masalah sebesar apapun akan terasa ringan dihadapi. Pertolongan Alloh datang karena ketaatan dan kepasrahan kita kepada-Nya. Sedangkan, pertolongan Alloh jauh karena kemaksiatan kita. Salah satu jalan mengundang pertolongan Alloh adalah dengan sabar dan sholat. Alloh Swt. berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu, ssungguhnya Alloh beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al Baqoroh [2] : 153)

Saudaraku, semoga kita termasuk orang-orang yang mampu menghadapi hidup ini dengan ringan, sebesar apapun masalah yang kita hadapi. Dan, hal ini tiada bisa kita tempuh selain dengan mendekat terus kepada Alloh Yang Maha Menguasai langit, bumi dan segala apa yang ada. Wallohua’lam bishowab.[]

*** Silahkan bisa di share untuk sahabat dan saudara lainnya. Semoga menjadi jalan amal kebaikan. Aamiin..