Monday, July 18, 2016

Tips Meraih Kesuksesan di Dunia Trading Forex


Tips Meraih Kesuksesan di Dunia Trading
Forex



Jika ingin bisnis sampingan yang bisa
memberikan banyak keuntungan, trading Forex atau jual beli mata uang asing bisa
dijadikan sebuah opsi. Perkembangan trading forex di Indonesia bisa dibilang
cukup mencengangkan. Pertumbuhannya sangat signifikan dari waktu ke waktu.
Namun, bagi Anda yang baru pertama kali terjun ke dunia trading Forex, ada

TABIAT BURUK UTANG DI DUNIA

1. Bikin kecanduan, tidak bisa lepas dari lilitan utang.
2. Jumlah nominalnya terus bertambah
3. Beban hidup bertambah
4. Tidak punya masa depan
5.  Gelisah pada malam hari, 
6. Terhina pada siang hari
7. Menghadapi jalan buntu
8. Berbuat kriminal
9. Terjerumus ke dosa besar syirik
10. Berdusta kalau bicara
11. Ingkar ketika berjanji
12. Hilang fokus
13. Hilang kemesraan
14. Kehidupannya akan semakin terpuruk
15. Mengakhiri Hidup dengan Bunuh diri

*TABIAT BURUK UTANG DI AKHIRAT*

1. TIDAK mendapatkan SYAFAAT RASULULLAH SAW
2. RUH nya akan tergadai
3. Amal perbuatan baik habis untuk membayar hutang kita
4. Dosa yang kita hutangi akan ditimpuk ke kita Bila kebaikan kita tdk cukup untuk bayar hutang kita
5. TIDAK akan MASUK SURGA walaupun mati SAHID

*BONUS AZAB*
Hampir semua utang-piutang saat ini terkena RIBA.
Ada yang bisa jelaskan perihnya azab karena riba?
Share please..

Saksikan juga video tentang *TabiatBurukUtang* pada link berikut ini ya.. 👇🏾
https://youtu.be/VV73Eq6IAhg

JANGAN PERNAH MENOLAK TAMU KARENA TAMU MEMBAWA BERKAH

Di riwayatkan ada seorang lelaki yang senang kedatangan tamu. Namun isterinya menunjukkan sikap sebaliknya. Setiap kali ia membawa tamu kerumah, isterinya menunjukkan sikap yang tidak baik. Orang itu mengeluhkan keadaan ini kepada Rasulullah صلى الله عليه و سلم.

Mendengar itu, Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda,
"Katakan kepada isterimu, hari ini Rasulullah صلى الله عليه و سلم dan beberapa orang sahabatnya akan bertamu ke rumah kita." Rasulullah صلى الله عليه و سلم berpesan kepada orang itu,
"Katakan kepada isterimu supaya ia memerhatikan tamu pada saat keluar rumah."

Isteri laki-laki itu melakukan apa yang diperintahkan Rasulullah صلى الله عليه و سلم. Pada saat tamu masuk, ia melihat mereka membawa daging dan buah-buahan yang banyak dan pada saat keluar mereka membawa keluar ular dan kala jengking yang begitu banyak.

Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda,
"Kedatangan tamu kerumah mendatangkan kurnia yang banyak kedalam rumah dan pada saat pergi, mereka membawa keluar berbagai bencana."

Dengan menyaksikan hal itu, wanita itu pun berubah menjadi orang yang suka menerima tamu.

Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda,
"Sesungguhnya seorang tamu yang datang mengunjungi seseorang,membawa rezeki untuk orang tersebut dari langit. Apabila ia memakan sesuatu, Allah سبحانه و تعالى akan mengampuni penghuni rumah yang dikunjungi tersebut."

Dalam kesempatan lain, Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda,
"Setiap rumah yang tidak dikunjungi tamu, maka malaikat-pun tidak akan mengunjungi rumah tersebut."

Imam Jaafar ash-Sadiq رضي الله عنه berkata,
"Barangsiapa mengunjungi sahabatnya semata-mata kerana Allah, nescaya Allah سبحانه و تعالى mengutus 70 ribu malaikat untuk menyertainya. Para malaikat itu berkata, 'Syurga untuk kamu."
_________________________

Sesungguhnya beruntunglah rumah-rumah yang sering kedatangan tamu, maka dari itu janganlah mengeluh jika ada orang yang ingin bertamu..

KISAH TERBELAHNYA IMAN

Renungan subuh...
DULUNYA IA HAFAL 30 JUZ,
SEMUA HILANG TAK BERSISA KECUALI 2 AYAT SAJA.

Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

Lelaki gagah itu mengayunkan pedangnya menebas
tubuh demi tubuh pasukan romawi.
Ia adalah dulunya termasuk dari Tabi’in (270 H) yang HAFAL AL QURAN.Namanya adalah sebaik-baik nama, ‘Abdah bin ‘Abdurrahiim.
Keimanannya tak diragukan.

Adakah bandingannya di dunia ini seorang MUJAHID nan
NAN HAFAL AL QURAN, terkenal akan keilmuannya, kezuhudannya, ibadahnya, puasa daudnya serta ketaqwaan dan keimanannya…???

Namun tak dinyana, akhir hayatnya mati dalam kemurtadan dan hilang semua ISI AL QURAN dalam hafalannya melainkan 2 AYAT SAJA YANG TERSISA.

Ayat apakah itu??
Apakah penyebabnya..??

Inilah kisahnya :

Pedangnya masih berkilat-kilat memantul cahaya mentari
yang panas di tengah padang pasir yang gersang.
Masih segar berlumur merahnya darah orang romawi.
Ia hantarkan orang romawi itu ke neraka dengan pedangnya.

Tak disangka pula,
nantinya dirinyapun dihantar ke neraka oleh seorang WANITA ROMAWI,
tidak dengan pedang melainkan dengan ASMARA.

Kaum muslimin sedang mengepung kampung romawi.
Tiba-tiba mata ‘Abdah tertuju kepada seorang wanita romawi di dalam benteng. Kecantikan dan pesona wanita pirang itu
begitu dahsyat mengobrak-abrik hatinya.
Dia lupa bahwa tak seorangpun dijamin tak lolos su’ul khotimah.

Tak tahan, iapun mengirimkan surat cinta kepada wanita itu.
Isinya kurang lebih:
“Adinda, bagaimana caranya agar aku bisa sampai ke pangkuanmu?”
Perempuan itu menjawab:
“Kakanda, masuklah agama nashrani maka aku jadi milikmu.

”Syahwat telah memenuhi relung hati ‘Abdah sampai-sampai ia menjadi lupa beriman, tuli peringatan dan buta Al Quran.
Hatinya terbangun tembok anti hidayah.

Khotamallaahu ‘ala qulubihim wa’ala sam’ihim wa’ala abshorihim ghisyawah… Astaghfirullah, ma’adzallah.

Pesona wanita itu telah mampu mengubur imannya di dasar samudra.
Demi tubuh cantik nan fana itu ia rela tinggalkan islam.
Ia rela murtad.

Menikahlah dia di dalam benteng.
Kaum muslimin yang menyaksikan ini sangat terguncang. Bagaimana mungkin? Bagaimana bisa seorg hafidz yang hatinya dipenuhi Al Qur’an meninggalkan Allah Ta'ala dan menjadi hamba salib?

Ketika dibujuk untuk taubat ia tak bisa.
Ketika ditanyakan kepadanya, “Dimana Al Quran mu yang dulu???”
Ia menjawab,
“Aku telah lupa semua isi Al Quran kecuali 2 ayat saja yaitu :

رُبَمَا يَوَدُّ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْ كَانُوا مُسْلِمِينَ

“Orang-orang yang kafir itu seringkali (nanti di akhirat) menginginkan,
kiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang-orang muslim.”

ذَرْهُمْ يَأْكُلُوا وَيَتَمَتَّعُوا وَيُلْهِهِمُ الْأَمَلُ ۖفَسَوْفَ يَعْلَمُونَ.

“Biarkanlah mereka (di dunia ini) makan dan bersenang-senang dan dilalaikan oleh angan-angan (kosong),
maka kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatan mereka).”
(QS. Al Hijr: 2-3)

Seolah ayat ini adalah hujjah untuk dirinya,
kutukan sekaligus peringatan Allah Ta'ala yang terakhir namun tak digubrisnya.

Dan ia bahagia hidup berlimpah harta dan keturunan bersama kaum nashrani. Dalam keadaan seperti itulah dia sampai mati.
Mati dalam keadaan MURTAD.

Ya Allah, seorang hafidz nan mujahid saja bisa Kau angkat nikmat imannya berbalik murtad jika sudah ditetapkan murtad,
Apa lagi hamba yang banyak cacat ini.
Tak punya amal andalan.

Saudaraku, doakan aku dan aku doakan pula kalian agar Allah Ta'ala lindungi kita dari fitnah wanita dan fitnah dunia serta dihindarkan dari ketetapan yang buruk di akhir hayat.

Ma taraktu ba’di fitnatan adhorro ‘ala ar rijaal min nisaa…

“Tidaklah aku tinggalkan setelahku fitnah yang maha dahsyat bahayanya bagi lelaki kecuali fitnah wanita.”
(Muttafaq ‘alaih).

Renungang pagi


Harun ibn ‘Abdillah, seorang ulama ahli hadits yang juga pedagang kain di kota Baghdad bercerita:

Suatu hari, Saat malam beranjak larut, pintu rumahku di ketuk. “Siapa..?”, tanyaku.

“Ahmad”, jawab orang diluar pelan.

“Ahmad yang mana..?” tanyaku makin penasaran.

“Ibn Hanbal”, jawabnya pelan.

Subhanallah, itu guruku..!, kataku dalam hati.

Maka kubuka pintu. Kupersilakan beliau masuk, dan kulihat beliau berjalan berjingkat, seolah tak ingin terdengar langkahnya.

Saat kupersilakan untuk duduk, beliau menjaga agar kursinya tidak berderit mengeluarkan suara.

“Wahai guru, ada urusan yang penting apakah sehingga dirimu mendatangiku selarut ini..?”

“Maafkan aku ya Harun… Aku tahu biasanya engkau masih terjaga meneliti hadits selarut ini, maka aku pun memberanikan diri mendatangimu. Ada hal yang mengusik hatiku sedari siang tadi.”

Aku terkejut. Sejak siang..? “Apakah itu wahai guru?”

“Mmmm begini…” suara Ahmad ibn Hanbal sangat pelan, nyaris berbisik.

“Siang tadi aku lewat disamping majelismu, saat engkau sedang mengajar murid-muridmu. Aku saksikan murid-muridmu terkena terik sinar mentari saat mencatat hadits-hadits, sementara dirimu bernaung di bawah bayangan pepohonan.

Lain kali, janganlah seperti itu wahai Harun. Duduklah dalam keadaan yang sama sebagaimana murid-muridmu duduk..!”

Aku tercekat, tak mampu berkata…

Maka beliau berbisik lagi, mohon pamit, melangkah berjingkat dan menutup pintu hati-hati.

Masya Allah… Inilah guruku Ahmad ibn Hanbal, begitu mulianya akhlak beliau dalam menyampaikan nasehat.

Beliau bisa saja meluruskanku langsung saat melintasi majelisku. Tapi itu tidak dilakukannya demi menjaga wibawaku dihadapan murid-muridku.

Beliau juga rela menunggu hingga larut malam agar tidak ada orang lain yang mengetahui kesalahanku.

Bahkan beliau berbicara dengan suara yang sangat pelan dan berjingkat saat berjalan, agar tidak ada anggota keluargaku yang terjaga.

Lagi-lagi demi menjaga wibawaku sebagai imam dan teladan bagi keluargaku.

Teringat perkataan Imam Asy Syafi’i:

“Nasehati aku saat sendiri, jangan di saat ramai dan banyak saksi. Sebab nasehat ditengah khalayak, terasa hinaan yang membuat hatiku pedih dan koyak; Maka maafkan jika hatiku berontak…”

MONYET & DENDAM

Di Afrika, ada sebuah teknik yang unik untuk berburu monyet di hutan Afrika. Si pemburu menangkap monyet dalam keadaan hidup2 tanpa harus menggunakan senapan dan obat bius, dan tanpa cidera...

Cara menangkapnya sederhana saja, pemburu hanya menggunakan toples berleher panjang dan sempit. Toples itu diisi kacang yang telah diberi aroma untuk mengundang monyet2 datang...

Setelah diisi kacang, toples2 itu ditanam dalam tanah dengan menyisakan mulut toples dibiarkan tanpa tutup...

Para pemburu melakukannya disore hari. Besoknya, mereka tinggal meringkus monyet2 yang tangannya terjebak didalam botol tak bisa dikeluarkan...

Kok, bisa ...?

Monyet2 itu tertarik pada aroma yang keluar dari setiap toples,,,
Mereka mengamati lalu memasukkan tangan untuk mengambil kacang2 yang ada di dalam. Tapi karena menggenggam kacang, maka monyet2 itu tidak bisa menarik keluar tangannya...

Selama mempertahankan kacang2 itu, selama itu pula mereka terjebak...

Toples itu terlalu berat untuk diangkat. Jadi, monyet2 itu tidak akan dapat pergi kemana2..!

Sebenarnya monyet2 itu bisa selamat jika mau membuka genggaman tangannya, tapi mereka tak mau melepaskannya...

Saudaraku...
Mungkin kita akan tertawa melihat tingkah monyet2 itu.
Tapi, tanpa sadar sebenarnya banyak manusia melakukan hal yang sama seperti monyet2 itu...

Mereka mengenggam erat setiap permasalahan yang dimiliki tanpa mau melepaskannya...

Mereka sering menyimpan dendam, Benci dan iri, tak mudah memberi maaf, tak mudah mengampuni...

Mulut mungkin berkata ikhlas, tapi bara amarah masih ada di dalam dada. Sehingga tak pernah bisa melepasnya...

Bahkan, terkadang membawa "toples2" itu kemana pun & kapanpun mereka pergi. Mereka terus berusaha berjalan menapaki jalan kehidupan ini dengan beban berat itu...

Jika kita perhatikan dalam kehidupan kita se hari2 apalagi di social media masih banyak orang2 yang hatinya seperti tangan monyet tersebut.

Lepaskan, Maafkan, Iklaskan dan Move on, Mudah2 an kita bisa...

SEMOGA BERMANFAAT.